Thursday, March 26, 2020

Analisis artikel dari pengaruh positif penggunaan internet

Artikel 1
DAMPAK PERKEMBANGAN INTERNET BAGI PSIKOLOGIS SESEORANG
“Internet”, kata yang sangat umum dan sangat tidak asing lagi di telinga kita. Ya, media komunikasi umum ini dapat dibilang sudah menjadi bagian dari keseharian kita. Setiap orang di belahan dunia ini mengetahui dan menggunakannya. Perkembangan internet sangatlah pesat, hampir setiap bidang dan kegiatan yang ada menggunakan fasilitas internet ini sendiri.
“Mengapa perkembangan internet bisa sangat pesat?” “Mengapa banyak sekali orang menggunakan fasilitas internet?” Pertanyaan umum yang mungkin muncul dalam benak kita tentang ke-eksistensian internet. Internet memberi banyak sekali kemudahan untuk setiap kegiatan kita, internet juga menyimpan dampak positif bagi kita sebagai penggunanya. Beberapa dampak positif dari menggunakan fasilitas internet antara lain, media yang mempermudah kita sebagai pengguna untuk pencarian data yang dibutuhkan secara cepat, selain itu internet juga internet dapat menjadi media aktualisasi diri yang sangat-sangat efisien, memperbanyak relasi. Dampak positif lainnya adalah dapat menjadikan diri seseorang menjadi lebih kreatif atau dapat dibilang dapat meningkatkan daya kreatifitas seseorang.
Selain memiliki dampak positif internet pun memiliki dampak negatif bagi kita sebagai penggunanya. Beberapa diantaranya adalah pornografi, netgaming, Cybersexual addiction, Cyber-relational addiction, dan computer addiction. Dari beberapa dampak negatif

atas, dampak yang paling umum dan yang paling “popular” adalah pornografi/Cybersexual
Dampak positif dan negatif yang ditimbulkan oleh pesatnya perkembangan internet yang telah disebutkan diatas, secara langsung atau tidak langsung dapat berpengaruh pada psikologis si pengguna (kita). Pengaruh atau dampak dari perkembangan internet pada psikologis pengguna juga ada sisi positif dan negatifnya. Untuk sisi positifnya, seperti yang telah disebutkan di atas, meningkatkan daya kreatifitas. Meningkatnya kreatifitas ini dipengaruhi oleh pribadi yang selalu ingin berkembang dan berinovasi. Dengan banyaknya informasi yang tersedia & didapatkan dari internet, maka si pengguna pun terlatih untuk menciptakan atau membuat informasi – informasi dan “karya” yang baru.
Dampak negatif dari perkembangan internat bagi psikologis pengguna diantaranya adalah menurunnya moral pengguna, Mengapa? Penurunan moral ini sangat berkaitan dengan pornografi yang tersebar bebas di internet dan dapat diakses oleh umum. Lalu dapat menyebabkan dampak anti sosial bagi pengguna. Hal ini mungkin baru kiat dengar, tetapi dalam beberapa kasus hal ini memang ada. Dampak anti sosial ini terjadi karena si pengguna menjadi addict(ketagihan) terhadap internet itu sendiri. Addiction ini sendiri terjadi karena pengguna menemukn kenyamanan yang lebih saat menggunakan fasilitas internet ini. si pengguna lebih nyaman berada dan berinteraksi di/dengan dunia maya dibandingkan dengan di/dengan dunia nyata, sehingga dia lebih memilih internet daripada hal lain hal ini biasa disebut dengan internet addiction. Selain internet addiction, Cyber-relational addiction pun bisa menjadi salah satu faktor penyebab terbentuknya sifat/pribadi yang anti sosial dalam dunia nyata.

Dalam kasus lain, dampak negatif dari internet terhadap psikologis pengguna adalah si pengguna menjadi pribadi yang tertutup. Hal ini biasanya disebabkan karena si pengguna telah “bersahabat baik” dengan dunia maya tanpa batas ini sendiri yaitu dengan membiasakan diri bercerita tentang apa yang dia rasakan di fasilitas – fasilitas internet contohnya di blog, jejaring sosial, dll. Dari penjabaran di atas, dapat kita lihat dampak atau pengaruh negatif dari perkembangan internet lebih banyak dibandingkan dengan dampak positifnya. Tetapi semua itu tidak selalu bisa menjadi acuan atau paradigm kita terhadap internet, mengapa? Hal itu semua kembali lagi kepada diri setiap individu pengguna fasilitas internet. Baik buruk efek internet yang menentukan kita sebagai pengguna. Jadi, gunakanlah fasilitas media komunikasi internet ini dengan bijak.
Artikel 2
Internet dan Pengaruhnya terhadap Interaksi Antarmanusia
Hari ini siapa yang tidak kenal dengan internet? Tampaknya mayoritas warga dunia, khususnya di Indonesia telah mengenal internet. Ya, dari tahun ke tahun eksistensi internet semakin besar saja. Terlebih dengan adanya dukungan pemerintah dalam rangka usaha mengenalkan internet ke masyarakat luas. Internet telah menjadi kebutuhan yang cukup penting bagi umat manusia.
Dikutip dari Wikipedia.com, internet merupakan kependekan dari interconnection- networking, yaitu seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar sistem global Transmission Control Protocol/Internet Protocol Suite (TCP/IP) sebagai protokol pertukaran paket (paket switching communication protocol) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia. Pelayanan yang diberikan oleh internet ini secara garis besar adalah pelayanan informasi, hiburan, pendidikan, bisnis, dan komunikasi. Kita tidak lagi mengalami kesulitan dalam mencari informasi seputar apa saja. Komunikasi menjadi semakin mudah dan murah, hanya bermodal jaringan internet, maka kita sudah dapat berinteraksi dengan orang-orang di seluruh dunia. Tentunya kemudahan-kemudahan ini

memberikan pengaruh terhadap interaksi antarmanusia. Sungguh, internet banyak menyebabkan pergeseran gaya hidup para penggunanya.
Ada Google, Facebook, Line, Twitter, Whatsapp, Instagram, Blogger, Ask.fm, Secret, serta bermacam-macam situs dan aplikasi internet lainnya yang menjadi pilihan para pengguna internet di Indonesia. Kebanyakan di antaranya adalah situs-situs yang memberikan layanan media sosial, di mana pengguna dapat mudah bersosialisasi dengan pengguna internet lainnya. Pada dasarnya semua media sosial memberikan tujuan pelayanan yang sama, yaitu memungkinan kita berinteraksi sosial, bertukar informasi dengan orang lain. Lalu, apakah pengaruh yang ditimbulkan dari penggunaan internet terhadap interaksi antarmanusia?
Setiap hal di dunia ini mempunyai dampaknya masing-masing, ada positif dan ada negatif. Begitu juga dengan dampak internet terhadap interaksi antarmanusia. Sebelum kita membahas dampak negatif dari internet, mari kita bahas dampak positif apa yang bisa diberikan olehnya.
Pertama, internet memungkinkan kita untuk berinteraksi secara mudah dengan orang lain yang berada di lokasi yang jauh. Seperti yang kita ketahui, manusia adalah makhluk sosial, dan tentunya salah satu kebutuhan manusia adalah bersosialisasi. Sekarang kita tidak perlu lagi susah-susah mencetak foto, menulis surat, kemudian mengirimkannya melalui kantor pos kepada keluarga di kampung halaman. Kita tidak perlu lagi berlama- lama bertukar kabar dan menahan rindu karena lama tidak bertemu dengan sahabat yang berada jauh di negeri orang. Kita dapat dengan mudah kembali menjalin silaturahmi dengan teman-teman dari TPA, TK, SD, sampai perguruan tinggi yang telah sekian lama tidak berjumpa. Melaui Facebook, Twitter, Skype, dan akun media sosial lainnya kita dapat menjalin hubungan dengan orang lain, bahkan dengan orang lain yang sebelumnya tidak kita kenal, kemudian terjalin petemanan baru. Ya, internet memang dapat mendekatkan yang jauh.
Kedua, dengan internet, informasi dapat dengan mudah, cepat untuk diberikan atau didapatkan. Kita bisa dengan cepat mengetahui bahwa ada kegiatan yang akan diselenggarakan oleh HIMA Prodi Psikologi dengan menyebarkan informasinya melalui grup Whatsapp angkatan, atau grup Facebook. Tentunya ini akan jauh lebih praktis dan lebih murah dibandingkan dengan mengirimkan SMS satu persatu kepada warga HIMA atau menunggu jadwal yang tepat untuk masuk ke kelas.
Ketiga, internet merupakan sarana aktualisasi dan eksistensi diri. Kita dapat dengan bebas menuliskan, mengenalkan, mendeskripsikan, mengkritik, memberikan saran tentang apa saja, kapan saja, dan di mana saja. Kita berhak memberikan tanggapan kritis kita terhadap kinerja 100 hari presiden Joko Widodo. Kita bisa merekam video saat kita bermain drum dengan terampil, kemudian mengunggahnya di Youtube untuk ditonton banyak orang. Tentunya kita akan merasa senang, dan puas jika mendapat tanggapan positif dari orang lain yang menonton. Bakat kita dapat diketahui orang banyak, kita dapat lebih dikenal, dan tidak menutup kemungkinan untuk kita berdiskusi dengan orang lain

yang memiliki minat dan bakat yang sama. Internet juga dapat menjadi sarana bagi kaum minoritas dalam menunjukkan eksistensinya guna diterima oleh masyarakat luas, seperti membuat artikel di blog, menuliskan status di Facebook/Twitter. Tentunya ini akan berpengaruh terhadap interaksi antarmanusia, masyarakat dapat mulai menjadi terbuka terhadap kaum-kaum minoritas, tetapi tentunya dengan segala pro dan kontra yang terjadi.
Keempat, internet merupakan sarana dukungan sosial yang cukup efektif dan efisien. Seseorang bisa saja memposting berita tentang seorang anak kecil yang menderita leukimia dan membutuhkan dana untuk pengobatan, kemudian apa yang ditulisanya dapat membuat orang lain bersimpati dan berkenan membantu biaya pengobatan sang anak. Situs-situs angket dukungan seperti Change.org juga dapat dijadikan cara dalam mendukung terjadi perubahan sosial yang positif di masyarakat.
Kira-kira menurut Anda, pengaruh positif apa lagi yang dapat diberikan oleh penggunaan internet terhadap interaksi antarmanusia?
Sekarang kita bahas mengenai pengaruh negatif yang diberikan oleh internet. “Media sosial dapat mendekatkan yang jauh, dan menjauhkan yang dekat.” Tidak jarang kita mendengar kalimat tersebut terlontarkan. Saya sendiri setuju – tidak setuju dengan pernyataan tersebut. Saya setuju karena faktanya banyak orang-orang yang sering terlalu asik dengan gadget mereka masing-masing, yang terhubung dengan internet. Berinteraksi dengan orang yang lokasinya jauh dengan kita, justru malah membuat kita kurang berinteraksi dengan orang-orang yang berada di sekitar kita. Coba lihat di salah satu meja dengan beberapa orang yang berkumpul, hitunglah berapa orang yang tidak sibuk bermain media sosial di telepon genggamnya, seringkali lebih sedikit. Kemudian tidak jarang ketika orang lain berbicara di depannya, kita mendengarkannya dengan tatapan mata menuju layar telepon genggam, asik mengecek Instagram, sehingga kita menjadi kurang fokus. Saya yakin, orang yang berbicarapun menjadi kurang nyaman karena merasa tidak diperhatikan. Tetapi saya juga tidak setuju dengan pernyataan tersebut karena tentunya hal-hal itu tergantung individu pengguna internet.
Situs-situs anonim seperti Ask.fm dan Secret yang memungkinkan seseorang bertanya dan menulis status secara anonim dapat memberikan pengaruh negatif tersendiri. Orang-orang menjadi lebih bebas melalukan agresi, mengekspresikan kemarahan, ketidaksukaan terhadap orang lain secara tidak bertanggung jawab, maksudnya dengan kalimat-kalimat yang tidak pantas dan menyebarkan fitnah. Akibatnya orang lain yang diperlakukan dengan tidak pantas menjadi sedih, putus asa, kecewa, dan marah. Seperti yang kita tahu, Ask.fm pernah menjadi pemicu aksi bunuh diri sejumlah remaja karena ejekan-ejekan yang diterima dari pengguna Ask.fm lainnya (Provoke-Online, 2015).
Kita juga banyak mendengar kasus-kasus kriminal yang terjadi akibat penggunaan internet yang tidak bertanggung jawab, seperti kasus penculikan dan pemerkosaan anak di bawah umur karena berkenalan dan berinteraksi dengan orang yang tidak jelas asal usulnya via internet, serta maraknya kasus penipuan.

Tentunya hal-hal tersebut seharusnya tidak terjadi jika pengguna dapat menggunakan internet dengan lebih bertanggung jawab. Kesadaran individu sangatlah penting dalam hal ini. Individu hendaknya dapat menyadari bahwa sesungguhnya teknologi dibuat untuk kesejahteraan umat manusia, sehingga kehidupan dapat menjadi lebih baik dan lebih mudah. Kita wajib menghormati orang lain, termasuk di internet. Peran orang tua sangatlah penting dalam memberikan pengarahan serta pengawasan kepada anak-anaknya, khususnya kepada anak remaja pengguna internet. Pemanfaatan internet tentu harus disesuaikan dengan usia dan perkembangan anak agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diingikan. Selanjutnya peran pemerintah juga besar dibutuhkannya dalam rangka pemanfaatan internet dengan sebaik-baiknya. Pemerintah jangan hanya memperkenalkan internet kepada masyarakat luas, tetapi perlu mensosialisasikan dampak positif dan negatif penggunaan internet. Peran masyakarat juga penting dalam membantu memanfaatkan internet secara positif dan bertanggung jawab. Hendaknya kita saling mengingatkan satu sama lain agar tercipta interaksi antarmanusia yang positif, aman, dan nyaman.
Analisis:
Pengertian nternet menurut para ahli
Allan (2005)
Menurut Allan, Pengertian Internet adalah sekumpulan jaringan komputer yang terhubung satu sama lain dan dapat membaca serta menguraikan berbagai protocol komunikasi tertentu yang biasa kita kenal dengan istilah Internet Protocol (IP) dan juga Transmission Control Protocol (TCP). Protokol juga memiliki definisi lebih lanjut menurut Allan merupakan sebuah spesifikasi sederhana mengenai bagaimana komputer dapat berinteraksi satu sama lainnya.
Supriyanto (2006)
Menurut Supriyanto, Internet memiliki arti yaitu suatu hubungan dengan berbagai jenis komputer dan dengan jaringan yang ada di dunia serta memiliki sistem operasi dengan aplikasi yang berbeda. Hubungan tersebut memanfaatkan kemajuan perangkat komunikasi misalnya telepon

dan satelit yang juga menggunakan protokol standar dalam melakukan komunikasi, yaitu protocol TCP/IP (Transmission Control / Internet Protocol).
Internet memberi banyak sekali kemudahan untuk setiap kegiatan kita, internet juga menyimpan dampak positif bagi kita sebagai penggunanya. Beberapa dampak positif dari menggunakan fasilitas internet antara lain, media yang mempermudah kita sebagai pengguna untuk pencarian data yang dibutuhkan secara cepat, selain itu internet juga internet dapat menjadi media aktualisasi diri yang sangat-sangat efisien, memperbanyak relasi. Dampak positif lainnya adalah dapat menjadikan diri seseorang menjadi lebih kreatif atau dapat dibilang dapat meningkatkan daya kreatifitas seseorang.
Internet pun juga sudah menjadi bagian penting bagi kita untuk bersosialisasi dan mencari identitas. Dengan menggunakan internet, kita jadi tahu topik apa yang sedang dibicarakan sehingga kita bisa sependapat dalam satu lingkungan sosial. Bakat, keterampilan dan prestasi pun dapat di sharing di internet sehingga kita bisa tahu peran kita dan tidak mengalami krisis indentitas.
Sesuai dengan teori tahapan perkembangan psikososial Erik Erickson, kasus ini dapat dikaitkan dengan tahap ke 5:
Psikososial Tahap 5 Identitas vs kekacauan identitas
Individu mulai mencari siapa dirinya, namun sudah siap untuk memasuki suatu peranan yang berarti di tengah masyarakat.
Pada tahap ini ego memiliki kapasitas untuk memilih dan mengintegrasikan bakat-bakat dan ketrampilan dalam melakukan identifikasi dengan orang yang sependapat dalam lingkungan sosial, serta menjaga pertahanannya terhadap berbagai ancaman dan kecemasan.
Apabila terjadi krisis identitas, membentuk bentuk suatu identitas yang stabil atau sebaliknya akan kekacauan peranan. Apabila seorang remaja dalam mencari jati dirinya bergaul dengan lingkungan yang baik maka akan tercipta identitas yang baik pula. Namun sebaliknya, jika remaja bergaul dalam lingkungan yang kurang baik maka akan timbul kekacauan identitas pada diri remaja tersebut.
merasakan dampak negatif dari mengakses internet seperti pengguna menjadi pribadi yang tertutup atau berkurangnya interaksi sosial secara langsung dengan teman-teman karena ketika berkumpul bersama pengguna merasa teman-temannya lebih banyak bermain handphone dibandingkan mengobrol.dan juga biasanya disebabkan pengguna menjadi tertutup karena membiaskan diri bercerita tentang apa yang dia rasakan di fasilitas-fasilitas internet contohnya blog,jejaring sosial,dll.

Dampak negatif lain juga pengguna sering menunda-nunda pekerjaan atau menunda mengerjakan tugas.serta menurunnya moral bagi pengguna,penurunan moral ini berkaitan dengan pornografi yang tersebar luas di internet dan mudah di akses oleh kalangan umum.
https://idcloudhost.com/pengertian-apa-itu-internet-defenisi-fungsi-manfaat-dampaknya/amp/ https://4jipurnomo.wordpress.com/dampak-perkembangan-internet-bagi-psikologis-seseorang/ https://psikodemia.com/tahapan-perkembangan-psikososial-eric-erikson/
http://psikologi.fk.unand.ac.id/component/content/article/942-internet-dan-pengaruhnya- terhadap-interaksi-antarmanusia

Saturday, March 14, 2020

Keterkaikatan Psikologi dan Teknologi Informasi

Psikologi

Psikologi adalah sebuah bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan yang mempelajari mengenai perilaku dan fungsi mental manusia secara ilmiah. Menurut Wundt, psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang kesadaran manusia, sehingga bisa dikatakan psikologi itu mempelajari tentang manusia.


Teknologi Informasi

teknologi Informasi adalah suatu studi perancangan, implementasi, pengembangan, dukungan atau manajemen sistem informasi berbasis komputer, khususnya perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Menurut Haag dan Keen, pengertian teknologi informasi adalah seperangkat alat yang membantu pekerjaan dengan informasi serta melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi.


Dengan teknologi informasi yang semakin canggih, siapapun dari kalangan manapun dapat mengakses berbagai informasi dari berbagai sumber. Salah satu sumber informasi terbesar, yaitu internet, dapat digunakan dengan sangat mudah, cepat, dan dapat dijangkau oleh 'semua umur'. Karena dapat dijangkau oleh 'semua umur' tetapi internet mencakup global, jadi ada 'hal-hal' yang tidak pantas dilihat oleh anak di bawah umur, seperti pornografi, karena akan ada dampak psikologis pada anak yang dikhawatirkan anak akan matang sebelum waktunya.


Kaitan antara Psikologi dengan Teknologi Informasi

Seiring berkembangnya zaman, teknologi informasi terus mengalami perubahan yang mempengaruhi psikis manusia. Berikut ini adalah contoh dari perubahan psikologi manusia terhadap Teknologi Informasi
  • Individual space meningkat, yaitu meningkatnya ruang invidual karena telah memperoleh informasi melalui media komunikasi yang canggih, misalnya internet. Orang akan lebih menyukai duduk di depan computer yang berinternet daripada bersosialisasi dengan orang lain di dunia nyata. Dengan demikian, social space akan menyempit dan digusur dengan individual space tersebut.
  • Kecemasan sosial terhadap suatu fenomena meningkat. Dengan adanya media komunikasi yang berteknologi tinggi maka informasi akan lebih cepat menyebar. Contohnya, informasi mengenai wabah flu burung. Sebelum adanya informasi tersebut, orang tidak takut mengkonsumsi unggas. Namun setelah adanya informasi yang menyebar dengan cepat mengenai flu burung maka kecemasan sosial terjadi, yaitu orang merasa takut untuk mengkonsumsi unggas. Begitu juga fenomena tsunami di Aceh, sehingga setiap kali gempa di beberapa daerah, orang akan mencari informasi tentang kemungkinan tsunami. Inilah yang menjadi contoh adanya kepanikan sosial (social anxiety) karena media komunikasi berteknologi tinggi yang membahana.
  • Kebutuhan komersial masyarakat meningkat; sebagaimana kita ketahui sebelumnya bahwa media komunikasi yang hi-tech akan mempengaruhi minat audience dan mempersuasi audience. Oleh karena itu, hal ini digunakan oleh perusahaan jasa komunikasi dan perusahaan komersial untuk memanfaatkan sifat konsumerisme masyarakat ini.
  • Kriminalitas meningkat; jika kita melihat tayangan di TV mengenai informasi atau film tentang kriminalitas dengan modus yang canggih maka ini sebenarnya merupakan inspirasi bagi pelaku kejahatan lainnya. Proses meniru tayangan kriminalitas ini yang dikenali sebagai modeling perilaku kejahatan. Apalagi kalau kita mencermati modus operandi kejahatan di dunia maya (internet) yang sedang marak maka seolah-olah mudah sekali melakukan kejahatan yang dibantu dengan media komunikasi berteknologi tinggi. Masih ingat kasus penipuan melalui e-mail, HP dan chatting?
  • Pemenuhan rasa ingin tahu (need of curiousity); sudah menjadi kodrat manusia diciptakan dengan kekuatan pemikiran yang luar biasa. Pemikiran ini yang dirangsang dengan rasa ingin tahu atau penasaran yang besar. Dengan media komunikasi yang berteknologi tinggi, terjawablah rasa penasaran manusia tentang apapun itu. Semua bisa kita cari di internet dengan menggunakan kata kunci tertentu. Mudah kan?
  • Teknologi dapat mengurangi kreativitas; teknologi yang menjadi alat bantu manusia menjanjikan sejuta efisiensi. Oleh karena itu, manusia akan menjadi malas karena kemajuan teknologi tersebut. Sebagai misal, aktivitas copy-paste di mahasiswa akan menjadi budaya plagiat di kemudian hari. Pada akhirnya kreativitas seseorang dapat menurun jika ia tak pandai memanfaatkan teknologi untuk pengembangan dirinya.

Daftar Pusaka