Manusia
Pengertian Manusia adalah makhluk sosial yang senantiasa
membutuhkan orang lain, oleh karena itu manusia senantiasa membutuhkan
interaksi dengan manusia yang lain.
Seorang Antropologi Indonesia yaitu Koentjaraningrat
menyatakan bahwa masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi
menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat terus menerus, dan
yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama. Pandangan yang dikemukakan oleh
Koentjaraningrat tersebut menegaskan bahwa di dalam masyarakat terdapat
berbagai komponen yang saling berinteraksi secara terus menerus sesuai dengan
sistem nilai dan sistem norma yang di anutnya. Interaksi antar komponen
tersebut dapat terjadi antara individu dengna individu, antara lain individu
dengan kelompok, maupun antara kelompok dengan kelompok
Hakikat Manusia
·
Hakikat manusia mempunyai begitu banyak arti,
seperti :
- Makhluk yang mempunyai tenaga dalam yang bisa menggerakkan hidupnya dalam rangka memenuhi segala kebutuhan.
- Individu yang mempunyai sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosial.
- Mampu mengarahkan dirinya kepada tujuan yang bersifat positif, mampu mengatur dan mengontrol dirinya, serta mampu untuk menentukan nasibnya.
- Makhluk yang dalam proses menjadi pribadi yang berkembang dan terus berkembang, tak pernah selesai (tuntas) selama masa hidupnya.
- Individu yang di dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam usaha guna mewujudkan dirinya sendiri, membantu orang lain dan membuat dunia menjadi jauh lebih baik untuk ditempati.
- Suatu keberadaan yang memiliki potensi dengan perwujudannya menjadi ketakterdugaan dengan potensi yang tidak terbatas.
- Makhluk Tuhan yang berarti ia adalah makhluk yang mengandung kemungkinan baik dan jahat.
Di dunia ini dibagi menjadi 3 bangsa; barat, timur tengah, dan timur. Kepribadian dari bangsa timur sendiri tentu berbeda dari bangsa barat dan bangsa timur tengah. bangsa timur terkenal dengan sifatnya yang lemah lembut, ramah, sopan santun, peduli terhadap sesama, dan masih bergotong royong satu sama lain

Kebudayaan
Secara umum, pengertian budaya adalah mengatur agar manusia
bisa mengerti bagaimana seharusnya untuk bertindak, berbuat, menentukan sikap
ketika berinteraksi dengan orang lain.
Istilah budaya dari kata culture yang merupakan istilah
bahasa asing yang memiliki arti kebudayaan. Kata tersebut berasal dari bahasa
latin “colere” yang berarti mengolah atau mengerjakan, yaitu mengolah tanah
atau petani.
Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, budaya
merupakan sebuah pemikiran, adat istiadat atau akal budi. Secara tata bahasa,
arti atau makna dari kebudayaan diturunkan dari kata budaya dimana cenderung
kearah cara berpikir manusia. Berikut ini adalah penjelasan mengenai pengertian
budaya menurut beberapa ahli :
1. Definisi Budaya Menurut E.B Taylor
Budaya merupakan komples yang mencakup pengetahuan
kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan lain
kemampuan-kemampuan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
2. Definisi Budaya Menurut Koentjaraningrat
Menurut Koentjaningrat kata budaya berasal dari kata
“colere” kemudian “culture” yang diartikan sebagai segala daya dan kegiatan
manusia untuk mengolah dan mengubah alam.
3. Definisi Budaya Menurut Ki Hajar Dewantara
Budaya merupakan hasil perjuangan masyarakat terhadap zaman
dan alam. Perjuangan ini membuktikan kejayaan dan kemakmuran hidup masyarakat
dalam menghadapi kesulitan dan rintangan untuk dapat mencapai keselamatan dan
kebahagiaan dalam hidupnya.
Perubahan Kebudayaan
Perubahan kebudayaan adalah perubahan yang terjadi
dikarenakan adanya ketidaksesuaian terhadap unsur-unsur budaya. Perubahan
kebudayaan biasanya terjadi karena adanya ketidakserasian terhadap fungsi yang
ada pada kehidupan. Seiring dengan berkembangnya zaman maka perubahan
kebudayaan akan terus terjadi, hal ini dikarenakan perubahan kebudayaan terjadi
untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Perubahan kebudayaan merupakan cara baru dalam upaya
perbaikan terhadap bagaimana masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya. Perubahan
kebudayaan mencakup berbagai hal mulai dari kesenian, teknologi, ilmu
pengetahuan, bahkan sistem kemasyarakatan. Para ahli mengemukakan pendapat
mengenai pengertian perubahan kebudayaan.
Terjadinya perubahaan kebudayaan tentunya disebabkan karena
ada faktor yang mendorong terjadinya perubahan tersebut. Faktor yang
mempengaruhi perubahan kebudayaan meliputi faktor internal dan juga eksternal.
Berikut ini penjelasan lengkap mengenai faktor internal dan juga faktor
eksternal terjadinya perubahan kebudayaan.
Faktor internal
terjadinya perubahan kebudayaan yaitu sebagai berikut:
Terjadinya perubahan demografis. Perubahan itu mencakup
perubahan ukuranm struktur, dan juga distribusi penduduk. Contoh dari perubahan
demografis yaitu kelahiran, kematian, dan juga migrasi. (baca juga:
Perkembangan Wilayah Indonesia)
Adanya penemuan baru baik itu ide ataupun alat, atau dapat
juga menyempurnakan penemuan baru tersebut dan memperbaharui ataupun mengganti
yang ada.
Adanya konflik sosial di dalam masyarakat. Dengan adanya
konflik sosial maka dapat merubah suatu kepribadian orang yang ada pada bagian
masyarakat tersebut. Contohnya seseorang yang tiba-tiba menjadi pendiam, tidak
mau bersosialisasi dengan orang lain.
Adanya pemberontakan menjadi salah satu faktor penyebab
terjadinya perubahan kebudayaan pada struktur pemerintahan. (baca juga: Faktor
perubahan Sosial)
Faktor eksternal
terjadinya perubahan kebudayaan yaitu sebagai berikut:
Terjadinya peperangan merupakan faktor eksternal terjadinya
perubahan kebudayaan. Dengan adanya peperangan maka akan terjadi perubahaan
unsur-unsur budaya pada suatu negara baik dalam unsur ekonomi, sistem
pengetahuan, teknologi, bahasa, kesenian ataupun sistem kemasyarakatan.
Faktor eskternal
kedua yang menyebabkan terjadinya perubahan kebudayaan yaitu adanya
pengaruh budaya lain. Adanya pengaruh budaya lain biasanya lebih mudah terjadi
pada masyarakat yang terbuka, karena masyarakat terbuka dapat lebih mudah
menerima adanya unsur budaya lain. Contoh dari adanya pengaruh budaya lain
yaitu adanya hubungan antara dua bangsa yang dapat saling mempengaruhi seperti
terjadinya akulturasi, difusi (penyebaran kebudayaan). dan juga proses
bertemunya antar budaya yang menghasilkan suatu budaya baru akan tetapi tidak
melihat budaya lama (Asimilasi).
Terjadinya perubahan alam dapat mempengaruhi juga perubahan
kebudayaan. Maksud dari perubahan alam yaitu perubahan lingkungan fisik yang
disebabkan karena bencana alam misalkan gempa bumi, tsunami, banjir, longsor, dll.
Dengan terjadinya suatu bencana alam maka akna terjadi banyak perubahan pada
kehidupan seperti perpindahan tempat tinggal maka mau tidak mau mereka harus
saling menyesuaikan hal tersebut memicu terjadinya perubahan kebudayaan.
Unsur Kebudayaan
Berikut ini adalah penjelasan mengenai 7 unsur budaya :
1. Bahasa
Bahasa merupakan suatu pengucapan yang indah dalam elemen
kebudayaan dan sekaligus sebagai alat perantara yang paling utama bagi manusia
untuk meneruskan atau mengadaptasikan kebudayaan.
Bentuk bahasa ada dua, yaitu bahasa lisan dan bahasa
tulisan.
2. Sistem Pengetahuan
Sistem pengetahuan berkisar pada pengetahuan tentang kondisi
alam sekelilingnya dan sifat-sifat peralatan yang digunakannya. Sistem
pengetahuan meliputi flora dan fauna, ruang pengetahuan tentang alam sekitar,
waktu, ruang dan bilangan, sifat-sifat dan tingkah laku sesama manusia serta
tubuh manusia.
3. Sistem Kemasyarakatan atau Organisasi Sosial
Organisasi sosial merupakan sekelompok masyarakat yang
anggotanya merasa satu dengan sesamanya. Sistem kemasyarakatan atau organisasi
sosial meliputi kekerabatan, asosiasi, sistem kenegaraan, sistem kesatuan
hidup, dan perkumpulan.
4. Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi
Yang dimaksud dengan teknologi adalah jumlah dari semua
teknik yang dimiliki oleh para anggota dalam suatu masyarakat yang meliputi
cara bertindak dan berbuat dalam mengelola dan mengumpulkan bahan-bahan mentah.
Kemudian bahan tersebut dijadikan sebagai alat kerja,
penyimpanan, pakaian, perumahan, alat transportasi, dan kebutuhan hidup lainnya
yang berupa material.
Unsur teknologi yang sangat menonjol adalah kebudayaan fisik
yang meliputi alat produksi, senjata, wadah, makanan dan minuman, pakaian,
perhiasan, tempat tinggal, perumahan, dan alat-alat transportasi.
5. Sistem Mata Pencaharian Hidup
Sistem mata pencaharian hidup adalah segala usaha atau upaya
manusia untuk medapatkan barang atau jasa yang dibutuhkan.
Sistem mata pencaharian hidup atau sistem ekonomi meliputi
berburu, mengumpulkan makanan, bercocok tanam, perikanan, peternakan, dan
perdagangan.
6. Sistem Religi
Sistem religi bisa diartikan sebagai sebuah sistem yang
terpadu antara keyakinan dan praktek keagamaan yang berhubungan dengan hal-hal
yang suci dan tidak dapat dijangkau oleh akal dan pikiran.
Sistem religi meliputi sistem kepercayaan, sistem nilai,
pandangan hidup, komunikasi keagamaan, dan upacara keagamaan.
7. Kesenian
Secara sederhana kesenian dapat diartikan sebagai segala
hasrat manusia terhadap keindahan atau estetika. Bentuk keindahan yang beraneka
ragam itu muncul dari sebuah permainan imajinatif dan kreatif.
Hal itu dapat memberikan kepuasan batin bagi manusia. Secara
garis besar, kita dapat memetakan bentuk kesenian dalam tiga garis besar, yaitu
seni rupa, seni suara dan seni tari.
Wujud Kebudayaan
Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan dibagi menjadi 3 wujud,
yaitu:
1. Wujud kebudayaan sebagai sistem ide
Contoh: Aturan atau norma sopan santun dalam bertutur kata
kepada orang yang lebih tua, aturan bertamu di rumah orang lain. Contoh wujud
konkretnya terdapat di dalam undang-undang atau aturan tertulis
2. Wujud kebudayaan sebagai sistem aktivitas
Contoh: Budaya upacara perkawinan, proses pemilihan
pemimpin, atau kampanye partai yang dikategorikan sebagai wujud kebudayaan yang
berupa aktivitas individu.
3. Wujud kebudayaan sebagai sistem artefak
Contoh: Wayang golek dari Jawa, kain ulos dari Batak,
songket dari Padang, ataupun sebuah mahar berupa barang yang harus diberikan
dalam upacara adat perkawinan.
Kaitan Manusia dan Kebudayaan
Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai
dwitunggal, maksudnya bahwa walaupun keduanya berbeda teteapi keduanya merupakan
satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan dan setelah kebudayaan itu
tercipta maka manusia harus mengikuti kebudayaan tersebut. Contohnya adalah
manusia dengan peraturan-peraturan kemasyarakatan. Awalnya manusia yang membuat
peraturan-peraturan itu, setelah peraturan itu jadi maka manusia harus mematuhi
peraturan-peraturan yang mereka buat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa
manusia dan kebudayaan tidak dapat dipisahkan, karena kebudayaan adalah wujud
dari manusia itu sendiri.
Dari sisi lain, hubungan manusia dan kebudayaan ini dapat
dipandang setara dengan hubungan antara manusia dan masyarakatdinyatakan sebaga
dialektis, maksudnya saling terkait satu sama lain. Proses dialektis ini
tercipta melalui 3 tahap, yaitu :
- Eksternalisasi, yaitu proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya.
- Obyektivasi, yaitu proses dimana masyarakat menjadi realitas objektif, yaitu suatu kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia
- Internalisasi, yaitu proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia
https://materiips.com/pengertian-perubahan-kebudayaan
https://www.era.id/play/BoU9K0-3-wujud-kebudayaan
https://www.temukanpengertian.com/2013/09/pengertian-manusia.html
http://www.habibullahurl.com/2018/02/pengertian-dan-aspek-hakikat-manusia.html