Tuesday, October 16, 2018

Manusia dan Kebudayaan



Manusia

Pengertian Manusia adalah makhluk sosial yang senantiasa membutuhkan orang lain, oleh karena itu manusia senantiasa membutuhkan interaksi dengan manusia yang lain.
Seorang Antropologi Indonesia yaitu Koentjaraningrat menyatakan bahwa masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat terus menerus, dan yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama. Pandangan yang dikemukakan oleh Koentjaraningrat tersebut menegaskan bahwa di dalam masyarakat terdapat berbagai komponen yang saling berinteraksi secara terus menerus sesuai dengan sistem nilai dan sistem norma yang di anutnya. Interaksi antar komponen tersebut dapat terjadi antara individu dengna individu, antara lain individu dengan kelompok, maupun antara kelompok dengan kelompok


Hakikat Manusia

·         Hakikat manusia mempunyai begitu banyak arti, seperti :
  • Makhluk yang mempunyai tenaga dalam yang bisa menggerakkan hidupnya dalam rangka memenuhi segala kebutuhan.
  • Individu yang mempunyai sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosial.
  • Mampu mengarahkan dirinya kepada tujuan yang bersifat positif, mampu mengatur dan mengontrol dirinya, serta mampu untuk menentukan nasibnya.
  • Makhluk yang dalam proses menjadi pribadi yang berkembang dan terus berkembang, tak pernah selesai (tuntas) selama masa hidupnya.
  • Individu yang di dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam usaha guna mewujudkan dirinya sendiri, membantu orang lain dan membuat dunia menjadi jauh lebih baik untuk ditempati.
  • Suatu keberadaan yang memiliki potensi dengan perwujudannya menjadi ketakterdugaan dengan potensi yang tidak terbatas.
  • Makhluk Tuhan yang berarti ia adalah makhluk yang mengandung kemungkinan baik dan jahat.
Individu yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan, terutama pada lingkungan sosial, bahkan ia tak bisa berkembang sesuai dengan martabat kemanusiaannya tanpa hidup di dalam lingkungan sosial.


Kepribadian Bangsa Timur

Di dunia ini dibagi menjadi 3 bangsa; barat, timur tengah, dan timur. Kepribadian dari bangsa timur sendiri tentu berbeda dari bangsa barat dan bangsa timur tengah. bangsa timur terkenal dengan sifatnya yang lemah lembut, ramah, sopan santun, peduli terhadap sesama, dan masih bergotong royong satu sama lain



Image result for gambar animasi budaya indonesia



Kebudayaan

Secara umum, pengertian budaya adalah mengatur agar manusia bisa mengerti bagaimana seharusnya untuk bertindak, berbuat, menentukan sikap ketika berinteraksi dengan orang lain.
Istilah budaya dari kata culture yang merupakan istilah bahasa asing yang memiliki arti kebudayaan. Kata tersebut berasal dari bahasa latin “colere” yang berarti mengolah atau mengerjakan, yaitu mengolah tanah atau petani.

Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, budaya merupakan sebuah pemikiran, adat istiadat atau akal budi. Secara tata bahasa, arti atau makna dari kebudayaan diturunkan dari kata budaya dimana cenderung kearah cara berpikir manusia. Berikut ini adalah penjelasan mengenai pengertian budaya menurut beberapa ahli :

1. Definisi Budaya Menurut E.B Taylor
Budaya merupakan komples yang mencakup pengetahuan kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan lain kemampuan-kemampuan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.

2. Definisi Budaya Menurut Koentjaraningrat
Menurut Koentjaningrat kata budaya berasal dari kata “colere” kemudian “culture” yang diartikan sebagai segala daya dan kegiatan manusia untuk mengolah dan mengubah alam.

3. Definisi Budaya Menurut Ki Hajar Dewantara
Budaya merupakan hasil perjuangan masyarakat terhadap zaman dan alam. Perjuangan ini membuktikan kejayaan dan kemakmuran hidup masyarakat dalam menghadapi kesulitan dan rintangan untuk dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan dalam hidupnya.


Perubahan Kebudayaan

Perubahan kebudayaan adalah perubahan yang terjadi dikarenakan adanya ketidaksesuaian terhadap unsur-unsur budaya. Perubahan kebudayaan biasanya terjadi karena adanya ketidakserasian terhadap fungsi yang ada pada kehidupan. Seiring dengan berkembangnya zaman maka perubahan kebudayaan akan terus terjadi, hal ini dikarenakan perubahan kebudayaan terjadi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Perubahan kebudayaan merupakan cara baru dalam upaya perbaikan terhadap bagaimana masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya. Perubahan kebudayaan mencakup berbagai hal mulai dari kesenian, teknologi, ilmu pengetahuan, bahkan sistem kemasyarakatan. Para ahli mengemukakan pendapat mengenai pengertian perubahan kebudayaan.

Terjadinya perubahaan kebudayaan tentunya disebabkan karena ada faktor yang mendorong terjadinya perubahan tersebut. Faktor yang mempengaruhi perubahan kebudayaan meliputi faktor internal dan juga eksternal. Berikut ini penjelasan lengkap mengenai faktor internal dan juga faktor eksternal terjadinya perubahan kebudayaan.

Faktor internal terjadinya perubahan kebudayaan yaitu sebagai berikut:

Terjadinya perubahan demografis. Perubahan itu mencakup perubahan ukuranm struktur, dan juga distribusi penduduk. Contoh dari perubahan demografis yaitu kelahiran, kematian, dan juga migrasi. (baca juga: Perkembangan Wilayah Indonesia)

Adanya penemuan baru baik itu ide ataupun alat, atau dapat juga menyempurnakan penemuan baru tersebut dan memperbaharui ataupun mengganti yang ada.

Adanya konflik sosial di dalam masyarakat. Dengan adanya konflik sosial maka dapat merubah suatu kepribadian orang yang ada pada bagian masyarakat tersebut. Contohnya seseorang yang tiba-tiba menjadi pendiam, tidak mau bersosialisasi dengan orang lain.

Adanya pemberontakan menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya perubahan kebudayaan pada struktur pemerintahan. (baca juga: Faktor perubahan Sosial)

Faktor eksternal terjadinya perubahan kebudayaan yaitu sebagai berikut:

Terjadinya peperangan merupakan faktor eksternal terjadinya perubahan kebudayaan. Dengan adanya peperangan maka akan terjadi perubahaan unsur-unsur budaya pada suatu negara baik dalam unsur ekonomi, sistem pengetahuan, teknologi, bahasa, kesenian ataupun sistem kemasyarakatan.

Faktor eskternal kedua yang menyebabkan terjadinya perubahan kebudayaan yaitu adanya pengaruh budaya lain. Adanya pengaruh budaya lain biasanya lebih mudah terjadi pada masyarakat yang terbuka, karena masyarakat terbuka dapat lebih mudah menerima adanya unsur budaya lain. Contoh dari adanya pengaruh budaya lain yaitu adanya hubungan antara dua bangsa yang dapat saling mempengaruhi seperti terjadinya akulturasi, difusi (penyebaran kebudayaan). dan juga proses bertemunya antar budaya yang menghasilkan suatu budaya baru akan tetapi tidak melihat budaya lama (Asimilasi).

Terjadinya perubahan alam dapat mempengaruhi juga perubahan kebudayaan. Maksud dari perubahan alam yaitu perubahan lingkungan fisik yang disebabkan karena bencana alam misalkan gempa bumi, tsunami, banjir, longsor, dll. Dengan terjadinya suatu bencana alam maka akna terjadi banyak perubahan pada kehidupan seperti perpindahan tempat tinggal maka mau tidak mau mereka harus saling menyesuaikan hal tersebut memicu terjadinya perubahan kebudayaan.



Unsur Kebudayaan

Berikut ini adalah penjelasan mengenai 7 unsur budaya :

1. Bahasa
Bahasa merupakan suatu pengucapan yang indah dalam elemen kebudayaan dan sekaligus sebagai alat perantara yang paling utama bagi manusia untuk meneruskan atau mengadaptasikan kebudayaan.
Bentuk bahasa ada dua, yaitu bahasa lisan dan bahasa tulisan.

2. Sistem Pengetahuan
Sistem pengetahuan berkisar pada pengetahuan tentang kondisi alam sekelilingnya dan sifat-sifat peralatan yang digunakannya. Sistem pengetahuan meliputi flora dan fauna, ruang pengetahuan tentang alam sekitar, waktu, ruang dan bilangan, sifat-sifat dan tingkah laku sesama manusia serta tubuh manusia.

3. Sistem Kemasyarakatan atau Organisasi Sosial
Organisasi sosial merupakan sekelompok masyarakat yang anggotanya merasa satu dengan sesamanya. Sistem kemasyarakatan atau organisasi sosial meliputi kekerabatan, asosiasi, sistem kenegaraan, sistem kesatuan hidup, dan perkumpulan.

4. Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi
Yang dimaksud dengan teknologi adalah jumlah dari semua teknik yang dimiliki oleh para anggota dalam suatu masyarakat yang meliputi cara bertindak dan berbuat dalam mengelola dan mengumpulkan bahan-bahan mentah.
Kemudian bahan tersebut dijadikan sebagai alat kerja, penyimpanan, pakaian, perumahan, alat transportasi, dan kebutuhan hidup lainnya yang berupa material.
Unsur teknologi yang sangat menonjol adalah kebudayaan fisik yang meliputi alat produksi, senjata, wadah, makanan dan minuman, pakaian, perhiasan, tempat tinggal, perumahan, dan alat-alat transportasi.

5. Sistem Mata Pencaharian Hidup
Sistem mata pencaharian hidup adalah segala usaha atau upaya manusia untuk medapatkan barang atau jasa yang dibutuhkan.
Sistem mata pencaharian hidup atau sistem ekonomi meliputi berburu, mengumpulkan makanan, bercocok tanam, perikanan, peternakan, dan perdagangan.

6. Sistem Religi
Sistem religi bisa diartikan sebagai sebuah sistem yang terpadu antara keyakinan dan praktek keagamaan yang berhubungan dengan hal-hal yang suci dan tidak dapat dijangkau oleh akal dan pikiran.
Sistem religi meliputi sistem kepercayaan, sistem nilai, pandangan hidup, komunikasi keagamaan, dan upacara keagamaan.

7. Kesenian
Secara sederhana kesenian dapat diartikan sebagai segala hasrat manusia terhadap keindahan atau estetika. Bentuk keindahan yang beraneka ragam itu muncul dari sebuah permainan imajinatif dan kreatif.

Hal itu dapat memberikan kepuasan batin bagi manusia. Secara garis besar, kita dapat memetakan bentuk kesenian dalam tiga garis besar, yaitu seni rupa, seni suara dan seni tari.



Wujud Kebudayaan


Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan dibagi menjadi 3 wujud, yaitu:

1. Wujud kebudayaan sebagai sistem ide
Contoh: Aturan atau norma sopan santun dalam bertutur kata kepada orang yang lebih tua, aturan bertamu di rumah orang lain. Contoh wujud konkretnya terdapat di dalam undang-undang atau aturan tertulis

2. Wujud kebudayaan sebagai sistem aktivitas
Contoh: Budaya upacara perkawinan, proses pemilihan pemimpin, atau kampanye partai yang dikategorikan sebagai wujud kebudayaan yang berupa aktivitas individu.

3. Wujud kebudayaan sebagai sistem artefak
Contoh: Wayang golek dari Jawa, kain ulos dari Batak, songket dari Padang, ataupun sebuah mahar berupa barang yang harus diberikan dalam upacara adat perkawinan.



Kaitan Manusia dan Kebudayaan

Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya bahwa walaupun keduanya berbeda teteapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan dan setelah kebudayaan itu tercipta maka manusia harus mengikuti kebudayaan tersebut. Contohnya adalah manusia dengan peraturan-peraturan kemasyarakatan. Awalnya manusia yang membuat peraturan-peraturan itu, setelah peraturan itu jadi maka manusia harus mematuhi peraturan-peraturan yang mereka buat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa manusia dan kebudayaan tidak dapat dipisahkan, karena kebudayaan adalah wujud dari manusia itu sendiri.
Dari sisi lain, hubungan manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dan masyarakatdinyatakan sebaga dialektis, maksudnya saling terkait satu sama lain. Proses dialektis ini tercipta melalui 3 tahap, yaitu :
  1. Eksternalisasi, yaitu proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya.
  2.  Obyektivasi, yaitu proses dimana masyarakat menjadi realitas objektif, yaitu suatu kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia
  3.  Internalisasi, yaitu proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia
Apabila manusia melupakan bahwa masyarakat adalah ciptaan manusia, maka dia akan menjadi terasing atau tealinasi (Berger, dalam terjermahan M. Sastrapratedja, 1991; hal : 15)


Daftar Pusaka

https://materiips.com/pengertian-perubahan-kebudayaan
https://www.era.id/play/BoU9K0-3-wujud-kebudayaan
https://www.temukanpengertian.com/2013/09/pengertian-manusia.html
http://www.habibullahurl.com/2018/02/pengertian-dan-aspek-hakikat-manusia.html

No comments:

Post a Comment